Wednesday, August 10, 2016

Lipstick Semasa Hamil


Saya pecinta lip stick. Banget. Terutama untuk warna baby pink, nude, mauve atau peach. Hampir semua lipstik yang saya punya hanya di seputar warna-warna itu saja. Namun selama kehamilan ini, saya sempat mengalami hari-hari penuh kepucatan. Di mana setiap saya memakai lipstik apapun, yang ada saya bisa muntah-muntah dan mual-mual sepanjang hari.

Tapi menginjak bulan ketiga kehamilan, saya menjadi senang sekali berdandan. Minimal pelembab, bedak, blush-on, liquid mascara dan lipstik selalu menempel di wajah saya setiap pagi. Bahkan setelah mandi sore pun, rasanya tetap ingin berdandan (apalagi kalau ada suami, hehe). Nah, untuk urusan lipstik, saya tetap saja tidak bisa memakai sembarang lipstik karena jika memakai lipstik yang terlalu pekat dan terlalu wangi, entah mengapa saya langsung pusing, mual dan ingin muntah.

Akhirnya saya menemukan 3 lipstik yang paling bisa saya pakai sehari-hari selama kehamilan ini.

1. Tarte - Amazonian Butter Lipstick - Plummy Rose


Saya dibelikan lipstik ini pada saat ibu saya di Aussie. Lipstik ini memang luar biasa jagoan. Enak dipakai dan memang cukup melembabkan bibir karena kandungan butter di dalamnya. Saya sempat ingin memesan lipstik ini ke teman saya yang kebetulan sedang di UK, namun sayangnya, di UK sulit sekali mencari lipstik ini. Padahal, warna-warna lainnya sangat bagus dan soft banget.

2. Sephora N'08


Saya suka banget sama warna dari lipstik ini. Pink-nya soft banget dan sepertinya cocok banget di bibir saya. Namun sayangnya karena lipstik ini matte, jatuhnya memang agak kering di bibir. Namun warna dari lipstik ini sangat cantik dan membuat wajah saya terllihat lebih segar.

3. Bourjouis -Rouge Edition - Rose Tweed 04


Lipstik ini jatuhnya tidak jauh beda dengan warna dari Lipstik Sephora saya yang sebelumnya. Namun, teksturnya lebih menyenangkan karena jatuhnya bisa melembabkan bibir sehingga tidak pecah-pecah. Lipstik ini tidak terlalu matte dan tidak terlalu glossy. Namun aromanya terkadang membuat saya mual, jadi kalau memakai lipstik ini, saya hanya memakainya sedikit saja di vivir.

Kalau untuk lipstik, semuanya saya beli di-store-nya secara langsung. Karena saya sangat menikmati berbelanja lipstik sambil mencoba-coba shade lainnya, hehe. Saya sudah mencoba merk-merk lainnya, namun semuanya kembali membuat saya mual bahkan muntah.

Akhirnya 3 lipstik ini yang bergantian saya pakai selama kehamilan ini, hehe. Untuk kalian para ibu hamil, harus tetap cantik dan berdandan ya !



Thursday, August 4, 2016

Mudik Pertama ke Tempat Mertua

Mudik lebaran ini terasa sangat istimewa. Karena ini pertama kalinya saya mudik ke tempat mertua! Dan ini juga pertama kalinya saya mudik dengan status istri dan calon ibu, hehe. Saya dan Mas Aditya pergi mudik ke Madiun di malam kedua lebaran.


Madiun adalah kota kecil yang sangat menyenangkan. Kami berkunjung ke rumah nenek dan kakek dari Mas Aditya yang letaknya di pinggiran kota yaitu Takeran. Acara hari kedua lebaran tidak terlalu heboh, kami hanya berfoto-foto, makan gado-gado dan pecel di kota, bermain kelereng, dan tidur siang, haha. Tidur siang adalah agenda wajib saya di awal-awal kehamilan ini, karena saya mudah sekali merasa kelelahan.




Foto-foto kami terlihat bagus karena bukan jepretan dari kamera smartphone biasa. Kebetulan sekali Oomnya Mas Aditya ada yang memiliki hobi fotografi. Jadilah saya, Mas Aditya dan Mba Arien serta Enna (Kakak dan ponakan mas Aditya) menjadi model dadakan, hehhee.

Sebenarnya di dekat rumah nenek kami ada sawah, dan rumah tua yang bisa dijadikan tempat foto-foto yang instagram-able, tapi berhubung saya merasa sangat kelelahan
Yang paling nggak bisa saya lupakan dari Madiun adalah makanannya. Wah, makanan di sana itu enak-enak sekali. Saya dengan porsi makan saya (yang-lumayan-berlebih) sangat menikmati makanan di Madiun. Bayangkan saja dalam satu hari saya bisa 4-5 kali makan, hahha.

Makanan yang benar-benar terngiang selalu adalah PECEL PODANG. Yes it is, itu enak banget. Porsinya nggak terlalu banyak, pedasnya mantap, dan lauknya buanyaakk sekali. Ah, surga dunia banget bagi orang yang suka makan pecel.

Selain Pecel Podang, ada makanan unik khas Madiun yang kemungkinan tidak kita temukan di tempat lain. Namanya TEPO. Tepo adalah semacam soto bersantan, dengan kuah kacang, isinya hanya ketupat, tempe dan tahu. Harganya sangat murah, bayangkan saja satu mangkok Tepo hanya seharga 4000 rupiah. Namun rasanya luar biasa. Sayangnya saya tidak memoto wujud dari makanan itu, hehe.

Saya dan suami juga jajan gado-gado, kue putu dan serabi selama 1 hari 1 malam di Madiun. Intinya mudik kali ini terasa sangat menyenangkan. Selain berkumpul dengan keluarga baru, kami juga menikmati wisata kuliner yang sangat nikmaaatt.


Tuesday, August 2, 2016

Eid Mubarak 1437 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri,
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Wah, tampaknya saya telat banget ngucapin lebarannya ya. Tapi berhubung ini masih di bulan syawal, saya sempatkan untuk menulis jurnal tentang lebaran kemarin.

Ini adalah lebaran pertama saya menjadi seorang istri, sekaligus seorang calon ibu! I was so excited. Bagaimana serunya sahur dan buka puasa bersama suami. Serunya memilih-milih baju lebaran untuk suami dan ibu mertua. Wah, indah sekali pokoknya, hehe.

Memang ramadhan kali ini agak berbeda. Saya tidak berpuasa selama 30 hari karena saya tengah mengandung di usia kehamilan bulan kedua. Dokter menyarankan jika masih mengalami mual dan muntah hebat, lebih baik tidak puasa terlebih dahulu. Pengganti puasa bisa dilakukan dengan membayar fidyah. 


Lebaran kali ini kami bagi dua. Hari pertama kami berlebaran di Banjarnegara, tempat orang tua saya, dan di lebaran hari keduanya kami mudik ke Madiun, tempat keluarga besar mas Aditya berkumpul. Dengan usia kehamilan yang masih sangat muda, sejujurnya saya sedikit was-was. Tetapi untungnya, kami naik kereta api yang hanya memakan waktu selama 5 jam saja. Dan saya usahakan selama dalam perjalanan selalu tidur, sehingga badan tidak mengalami kecapekan.



Lebaran di Banjarnegara sangatlah ramai. Kami keluarga besar berkumpul dan memang suatu kesempatan yang sangat langka bagi kami sekeluarga untuk bisa berkumpul bersama. Meskipun tidaklah lengkap 100%, hehe.