Monday, April 18, 2016

It's Not Bridal Shower Like You Think

/'Bridal-Shower'/ atau dikenal dengan pesta lajang sebenarnya tidak ada di dalam kultur pesta pernikahan di Indonesia. Shower di sini bukanlah berarti dalam artian sesungguhnya yaitu 'mandi'. Atau dalam kata lain 'pengantinnya disiram atau dimandiin'. Bukan begitu ya, hehe. Shower di sini maksudnya adalah showering-with-love, alias si calon pengantin perempuan ini dihujani dengan kasih sayang dan perhatian dari teman-teman wanita terdekatnya. 

Bridal Shower sebenarnya adalah kultur pernikahan di Amerika, Australia dan Kanada. Mereka mengadakan Bridal Shower dengan sebuah undangan, dan bukan karena 'surprise' seperti yang teman-teman di Indonesia lakukan. 

Bridal Shower lazimnya dilakukan dari h-4 minggu pernikahan. Namun kebanyakan orang melakukannya tepat di 1 malam sebelum hari pernikahan, dengan harapan itu adalah pesta lajang terakhir yang dilakukan oleh calon pengantin perempuan. Jika pada kultur pernikahan di Jawa, malam sebelum pernikahan disebut dengan "Midodareni" yang terdiri dari beberapa langkah-langkah yang sesuai dengan adat dan tradisi.

Hm, sebenarnya saya 'gak' niat-niat amat untuk bikin Bridal Shower ala-ala selebgram gitu.
Sebenernya ini acara makan malem untuk teman-teman saya yang datang dari luar kota tepat sehari sebelum acara pernikahan. Di makan malam ini saya juga memanfaatkannya sebagai ajang untuk briefing karena kebetulan teman-teman saya ini sebagai panitia di acara pernikahan saya, kalau bahasa 'keren'-nya jaman sekarang, jadi 'bridesmaids' katanya hehe.



Acara pernikahan saya digelar di Surabaya, yang notabene bridesmaids saya memang dari luar kota semua, Jakarta, Semarang dan Taipei ! Senang sekali rasanya mereka mau jauh-jauh hadir di pernikahan saya di Surabaya. Dalam acara dinner ini saya pun mengundang teman dekat sewaktu di komunitas perempuan di Surabaya dulu.

Karena lazimnya satu hari menjelang pernikahan adalah acara Bridal Shower, jadilah akhirnya saya membuat party kecil-kecilan. Entah namanya Bridal Shower atau bukan, intinya sih hanya ngobrol dari hati ke hati dan makan malam cantik saja, hehe. 


Di mini-party ini, sengaja saya mint bantuan dari teman untuk melakukan dekorasi agar 'look'-nya semakin cantik dan photo-able. Di party ini saya juga bekerja sama dengan adik teman yang menjadi Project Manager dan sekaligus menjadi photographer dalam party ini.


Dekorasi ini bertema cutie-shabby-chic dengan rona warna pink, putih dan ungu. Benar-benar warna favorit yang sangat menyenangkan. Dekorasinya sangat simple, dan benar-benar sesuai dengan karakter saya.


 

Mini-party ini sangat berkesan untuk saya. Di acara ini teman-teman membawakan kado yang lucu-lucu dan memberikan veil serta selempang dengan tulisan "Bride to be". Very Lovely ! 


Acara ini saya adakan di restoran Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Di Trimurti Resto dengan desain Glass House ini, membuat dekorasi terlihat semakin cantik. Dari segi makanan, jujur saya sangat menikmati makanan di sini, makanannya enak dengan harga sekelas hotel bintang 4.

Bridal Shower bukanlah hal yang terpenting dalam serangkaian acara pernikahan. Jangan sampai calon pengantin perempuan terlalu lelah karena sibuk menyiapkan acara ini. Saya sarankan jangan membuat acara hingga larut malam, karena calon pengantin perempuan harus istirahat yang cukup , karena akan dirias di pagi harinya.

Selamat merancang mini-party mu sendiri yaah girls!